Langsung ke konten utama

Review MPK Seni Apresiasi Film (Revisi)


Haai! Buat kalian yang masih ngerasain maba vibes, gue mau share sedikit nih review tentang MPKS Apresiasi Film.

Semester 2 ini gue dapat kelas MPKO/S. Awalnya, gue mau ngambil MPK Olahraga karena pengen kurus bosen selama ini kuliah cuma duduk di kelas, mau cari suasana lain. Terlebih lagi, ada beberapa mata kuliah olahraga yang katanya Auto A. Wah enak banget ga tuh? Lumayan kan 1 SKS bisa memperbaiki IPK.

TAPI, setelah gue pertimbangkan, kalau niatnya cuma karna IPK kurang tepat ga sih? Jadi gue coba liat review MPK Seni di blog - blog milik anak UI. Karena passion gue di menulis, jadi gue merasa cocok dengan Apresiasi Film karna ada korelasi diantara keduanya.

Ketika SIAK War, MPKS sepiii banget. Gue dan temen - temen sefakultas daftar kelas film jam 5 sore dan ternyataa .... satu kelas hanya 9 orang. Ohya, untuk informasi tambahan, semua kelas MPKS terletak di gedung FIB. Sedangkan, untuk MPKO biasanya di lapangan dekat PNJ atau yang lainnya.

Dosennya ada 2, Mas Sofyan dan Mas Hendra. Mereka gantian ngajarnya, jadi misal pekan ini sama Mas Sofyan dan pekan depan sama Mas Hendra. Walaupun cuma 1 SKS, dosen - dosen yang sangat baik inii menekankan kalau jangan ngeremehin MPKS. Absensi masuk ke daftar penilaian. Jadi, jangan bolos!

Apa yang dipelajari di MPKS Film? Kuliah ini bertujuan meningkatkan daya persepsi mahasiswa terhadap film - film yang disaksikannya. Apa pentingnya? Pertama, itu akan membantu kita menghindari efek buruk dari film, memaksimalkan pemahaman pesan dari film, dan mengapresiasi film yang bagus. Satu yang paling berbekas buat gue tentang film : Film ga sesederhana apa yang muncul di layar kita. Mereka lebih 'kuat' dari apa yang kita kira.

Bagaimana tugas - tugas dan ujian di mata kuliah ini? Seperti yang sudah gue bilang di atas, Absensi masuk ke penilaian. Selain itu, ada juga tugas menelaah resensi film, tugas UTS yang mengkritisi sebuah film, dan tugas UAS yang membuat film pendek. Apakah mudah? Mudah kok jika kita selama ini serius menyimak kuliah yang diberikan dosen. Namun, untuk tugas akhirnya memang agak merepotkan, sih. Tapi tetap saja terbayar oleh kepuasan dan ilmu yang didapat!

Apa yang gue dapet setelah ikut kuliah ini? Pertama, gue jadi bisa melihat film dari sudut pandang yang berbeda. Ketika menonton suatu film, gue gak langsung 'mencernanya', tapi gue mulai berpikir aspek - aspek di dalamnya sampai propaganda apa yang ada di film tersebut? Kedua, gue jadi lebih bisa membedakan mana film yang baik dan mana film yang kurang baik. Baik engganya itu bisa dilihat dari logis atau engga jalan ceritanya, ada hal teknis yang kurang cocok gak, dll. Terakhir, gue jadi lebih terkesima dan selalu mendapatkan sesuatu sehabis menonton film, gak cuma hiburan semata gitu.

So, gimana dengan kalian, para maba UI? Tertarik coba MPKS Apresiasi Film?

Komentar

  1. Pada akhirnya sekelas tetep sepi tuh, kak? Aku tertarik ambil apres film, tapi kemaren temen ku dapet E hahah :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohyaa, kok bisa dapet E? :') Akhirnya aku gabung dengan kelas yang jam 4, sekelas ada sekitar 18 oranglah. Ambil aja, seru banget looh

      Hapus
  2. Kak aku dari psikologi 18, dan dari tulisan kakak aku jadi agak takut tapi pengen ngambil apres film... dimatkul ini tuh kita nonton film dulu trus ngasih review atau gak sih kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah padahal aku gak pengen bikin orang takut :( iya betuul, kita dilatih untuk kritisi film dengan kayak gitu. sebagai anak psikologi, kita punya poin plus karna bisa kaitkan dengan teori - teori yang kita pelajari di kuliah!

      Hapus
    2. Kak, dulu pas kelas dpt nilainya brp?

      Hapus
    3. Aku lg ngambil kelas ini kak. Kalo dapet Abisa ga kak? Apa yg harus aku lakuin kalo mau nilainya bagus kak?

      Hapus
    4. Aku dapat A. Bisa banget kok! Dengerin baik - baik omogan dosen di kelas, aktif pas diskusi di kelas, dan coba aja banyak - banyak baca dari berbagai sumber tentang materi yang dipelajari. Semangat yaa kamu!

      Hapus
  3. Kak
    Barusan saya telat Siak jadinya Olahraga abis

    Lalu saya ambil apresiasi film

    Entar tuh hal yg dilakuinnya apa aja kebanyakan?
    Diskusi?
    Nonton film?

    Detailnya gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, emang sih seringnya mpk seni masih jadi pilihan kedua setelah olahraga ya. Kegiatannya dengerin presentasi dari dosen tentang dunia per-film-an dan diskusi setelahnya. Kadang juga nonton film lalu kita coba kritisi bareng - bareng filmnya gimana. Menurut aku seru sih karena aku jadi tahu banyak hal - hal 'tersembunyi' dari film dan tahu cara pandang yang baru dalam menonton film. Semangat yaa kamu kuliahnya!

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Sayang Maka Kenalan

Halo! Nama gue Fatiyyah Hamasah. Saat ini menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi UI angkatan 2017. I'm not a good blogger but ya gue hanya berusaha menuangkan sedikit pemikiran gue yang semoga bermanfaat buat kalian yang membacanya. So enjoy!

Review Film Dua Garis Biru ; Karena Cinta Remaja Tidak Sesederhana Itu

Gue baru sadar kalau tulisan ini masih dalam bentuk draft padahal udah gue tulis lebih dari setahun yang lalu, jadi gue baru posting sekarang. PERINGATAN! Tulisan ini mengandung spoiler. Hari ini, gue baru aja menonton film Dua Garis Biru, salah satu film produksi Starvision dan karya dari Mbak Gina S. Noer. Awalnya, waktu lihat teaser dan trailernya, gue KAGET banget ada film yang seberani ini membuka kenyataan tentang pergaulan remaja sekarang. Dari awal aja, gue udah tertarik banget. Gue pun ikut menyebarkan informasi tentang film ini ke media sosial gue. Tebak apa yang gue dapat? Ada teman gue yang bilang kalau, ' Fat, kok, filmnya gini banget. Emang bagus ya ?'. Gue ngerti, sih, mungkin bagi sebagian orang yang sangat menjaga nilai tidak berpacaran akan kaget banget melihat adegan Dara dan Bima yang pelukan dan hampir ciuman di teasernya. Tapi, kan, gak semua orang Indonesia memiliki nilai seperti itu, ya. Selain itu, apa yang dilakukan Dara dan Bima itu sebenarnya...

Berdamai dengan Diri Sendiri

"i wish i have her life.." Di suatu senja, kau bersandar pada pundak yang tak pernah kau miliki. Melepas segala kepenatan dan berkaca pada buih - buih ombak yang menyapu jemari kaki. Tatapanmu luruh bersama tenggelamnya matahari. Meskipun begitu, hatimu tak jua beranjak dari menyalahkan diri sendiri. Tidak apa - apa kau tak mengerti arti dibalik rencana kejadian - kejadian hidupmu. Selama itu kau masih menerimanya dengan lapang dada dan bisa tersenyum damai di atasnya. Tidak, itu memang tidak mengubah kenyataan apapun ; hidupmu tetap sama. Tapi, itu akan mengubah dirimu ; mengubah sudut pandangmu terhadap dunia. Terima dan kembalilah. Sebelum batas merenggut kesempatanmu yang tersisa.