Langsung ke konten utama

Tak Sayang Maka Kenalan

Halo!

Nama gue Fatiyyah Hamasah. Saat ini menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi UI angkatan 2017. I'm not a good blogger but ya gue hanya berusaha menuangkan sedikit pemikiran gue yang semoga bermanfaat buat kalian yang membacanya. So enjoy!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Dua Garis Biru ; Karena Cinta Remaja Tidak Sesederhana Itu

Gue baru sadar kalau tulisan ini masih dalam bentuk draft padahal udah gue tulis lebih dari setahun yang lalu, jadi gue baru posting sekarang. PERINGATAN! Tulisan ini mengandung spoiler. Hari ini, gue baru aja menonton film Dua Garis Biru, salah satu film produksi Starvision dan karya dari Mbak Gina S. Noer. Awalnya, waktu lihat teaser dan trailernya, gue KAGET banget ada film yang seberani ini membuka kenyataan tentang pergaulan remaja sekarang. Dari awal aja, gue udah tertarik banget. Gue pun ikut menyebarkan informasi tentang film ini ke media sosial gue. Tebak apa yang gue dapat? Ada teman gue yang bilang kalau, ' Fat, kok, filmnya gini banget. Emang bagus ya ?'. Gue ngerti, sih, mungkin bagi sebagian orang yang sangat menjaga nilai tidak berpacaran akan kaget banget melihat adegan Dara dan Bima yang pelukan dan hampir ciuman di teasernya. Tapi, kan, gak semua orang Indonesia memiliki nilai seperti itu, ya. Selain itu, apa yang dilakukan Dara dan Bima itu sebenarnya...

Berdamai dengan Diri Sendiri

"i wish i have her life.." Di suatu senja, kau bersandar pada pundak yang tak pernah kau miliki. Melepas segala kepenatan dan berkaca pada buih - buih ombak yang menyapu jemari kaki. Tatapanmu luruh bersama tenggelamnya matahari. Meskipun begitu, hatimu tak jua beranjak dari menyalahkan diri sendiri. Tidak apa - apa kau tak mengerti arti dibalik rencana kejadian - kejadian hidupmu. Selama itu kau masih menerimanya dengan lapang dada dan bisa tersenyum damai di atasnya. Tidak, itu memang tidak mengubah kenyataan apapun ; hidupmu tetap sama. Tapi, itu akan mengubah dirimu ; mengubah sudut pandangmu terhadap dunia. Terima dan kembalilah. Sebelum batas merenggut kesempatanmu yang tersisa.